Ekonomi Indonesia: Antara Harapan dan Kenyataan
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri." Kita semua tahu, perubahan ekonomi dimulai dari kesadaran kolektif kita. Ini bukan sekadar soal angka atau statistik, melainkan soal masa depan kita bersama.
Jujur aja, vibes ekonomi kita akhir-akhir ini kayak roller coaster. Data menunjukkan pertumbuhan ekonomi kita memang meningkat sekitar 5%, tapi apakah itu cukup buat kita? Literally, banyak dari kita yang masih merasa kesulitan.
Dari perspektif Gen Z, kita harus kritis. Lapangan kerja yang nggak sesuai ekspektasi, harga kebutuhan pokok yang terus naik, dan peluang usaha yang makin sulit diakses. Ini semua adalah red flag yang perlu kita waspadai.
Kita nggak bisa cuma berharap sama pemerintah, meskipun tanggung jawab ada di tangan mereka. Kebijakan fiskal yang lebih responsif dan inklusif harus jadi prioritas. Negara harus hadir, bukan cuma janji-janji manis.
Secara moral, kita harus menuntut keadilan ekonomi. Jangan sampai hanya yang "beruntung" yang menikmati pertumbuhan. Semua lapisan masyarakat berhak merasakan, bukan cuma segelintir elit.
Jadi, masih mau diam aja?








