Ekonomi Indonesia: Gen Z dan Budaya Konsumtif
"Jika bukan sekarang, kapan lagi?" Kita semua tahu pepatah ini mengajak kita untuk bertindak. Namun, dalam konteks ekonomi, apakah kita benar-benar sadar akan dampaknya?
Ini bukan sekadar tentang angka inflasi atau nilai tukar rupiah. Ini tentang bagaimana gaya hidup dan tren modern memengaruhi kondisi ekonomi kita. Generasi muda, terutama Gen Z, menjadi ujung tombak dalam perubahan ini.
Data menunjukkan lonjakan konsumsi di kalangan Gen Z. Mereka literally hidup dalam budaya konsumtif yang terdorong oleh tren media sosial dan dorongan untuk "hidup mewah". Tentu, ini tidak sepenuhnya salah, tetapi apakah sustainable?
Jujur aja, Indonesia menghadapi tantangan besar. Dengan pertumbuhan ekonomi yang terkadang terhambat oleh kebijakan yang nggak jelas, pergeseran budaya konsumtif ini bisa menjadi red flag.
Pemerintah punya tanggung jawab besar. Bukan hanya menciptakan kebijakan ekonomi yang pro-rakyat, tetapi juga mendidik masyarakat agar lebih bijak dalam berbelanja. Ini bukan cuma soal uang, tapi soal masa depan generasi berikutnya.
Tren belanja online yang semakin menggila, promo flash sale yang bikin kalap, semua ini adalah cerminan dari gaya hidup modern kita. Tapi, sudah waktunya kita bertanya: apakah kita mengendalikan tren, atau sebaliknya?
Ekonomi yang kuat bukan hanya tentang angka, tetapi juga tentang mentalitas. Kita perlu mengubah mindset dari yang konsumtif menjadi produktif. Negara ini butuh aksi nyata, bukan sekadar retorika.
Jadi, masih mau diam aja?








